Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 08 November 2011

Derita Cowok berukuran ekonomis

Menjadi cowok dengan ukuran yang ekonomis(kayak sampo sachet di toko biasanya harganya gopek.an) atau minimalis alias tidak sebegitu tinggi alias hmmmm.... uhukpendekuhuk. Memang bukan perkara mudah. Selain sering menjadi bahan bully di kalangan kampus/sekolah, masyarakat, lingkungan apapun kita bakal sering kesusahan.

Misal di kampus, wajah si cowok yang ukurannya mini akan lebih terlihat seperti anak SD yang kehilangan ibunya. Apalagi kalau wajah kita lagi keliatan galau, jangan salahkan kalau ada orang yang iba terus tanya ke kamu "Ibunya mana dek sini ikut om, nanti om beri permen". Tolong jangan cepat percaya sama om-om apalagi yang wajahnya cabul, bisa-bisa nama kita berubah jadi Bunga (bukan nama sebenarnya) korban pencabulan ..........Naudzubillah.


Adul mini aja bisa punya istri loo.

Di mallpun demikian, ini merupakan pengalaman pribadi yang sebenernya sih kalo di-inget2 bikin aku pengen duduk dipojokan kamar kos sambil garuk tembok seraya bilang "Tuhan kutuklah mereka yang menghina saya" Anyway waktu itu aku lagi pergi sendirian lagi hunting-hunting sepatu (maklumlah aku adalah anak gaul surabaya getoh) di sebuah pusat perbelanjaan di surabaya. Tiba-tiba ada mas2 sales yang nawarin barang gratis dengan kata pujian bak malaikat mencoba merayuku, "Mari mas mampi ada hadiah menarik disini ;)" Dulu sih waktu belum tau maksud si mas2 itu awalnya sempet takut. Karena wajah mereka lebi mirip homo daripada seorang sales aku taku nanti kehilangan keperjakaanku saat masuk ke dalam kantornya. Tapi setelah tau ternyata itu semua adalah kedok dari mas2 untuk menjual barang dengan memberikan souvenir2 gratis yaiyalah mana ada sekarang yang gratis, kencing aja bayar (suatu saat kentutpun ga gratis). "Mas silahkan mampir, mas masih sekolah ya?" Ujar si mas2 dengan ramahnya, mendengar kata-kata sekolah sih aku aga ge.er seraya bergumam: "(Terimakasih mas2 wajahku ternyata baby face sekali)Iya mas saya masih sekolah". Padahal kan aku udah kuliah waktu itu. Ternyata perkataan selanjutnya bak tombak yang menghujam hatiku yang rapuh seperti agar-agar "Mas SMP kelas berapa?" Pengen rasanya loncat dari lantai 3 ke lantai dasar dan diperjalanan jatuh aku akan bilang "TUHAN KUTUKLAH SI MAS2 BANGKE ITU! MASUKKAN IA KE NERAKA JAHANNAM!!"

Dalam hal dapetin cewek juga susah kalo jadi cowok pendek, jadi cowok yang tingginya semampai (semeter setengah ga sampai) lebih banyak dihina daripada disukai, kecuali ia memiliki daya tarik tersendiri selain terlihat sebagai cowok kerdil. Untungnya sih aku punya kelebihan di sisi kegantengan. Beberapa bulan lalu kegantenganku sampe dicatet di Guiness World Record sebagai cowok dengan kegantengan berlebih. Sungguh luar biasa bukan? Dari situ kita bisa belajar terkadang cowok yang tulus itu ga akan melihat fisik (sekarang melihat isi dompet ganteng kere juga ga bakal laku) terkadang banyak orang pendek yang punya daya tarik lain dari sekedar fisik yang tinggi. Kecerdasan, kepintaran merayu wanita, menggombal yang bisa bikin cewek lemah syahwat itu biasanya kita gunakan sebagai senjata untuk menaklukan hati wanita. Jangan takut jomblo meski kita pendek (aku takut sih sebenernya)
Be proud to be Pria dengan kemasan ekonomis guys :)
Salam

2 komentar:

  1. bro, kalo bisa kasih widget shout box biar gampang kontek-kontekan plus gampang sharing link blog.

    ente sudah ku follow. follback yea..
    keep blogging! ^^

    http://rnote.blogspot.com

    BalasHapus
  2. follow back ya sob, Q dah follow blog ni.. thanks

    BalasHapus