Ada kesalahan di dalam gadget ini

Minggu, 16 Oktober 2011

Datanglah! Aku menunggumu!


suatu waktu kumenunggu

menunggumu tanpa ragu disebuah sudut kota tua yang kelabu


dengan sabar kumenungggu

kujentikkan korek seraya membakar batang rokokku


masih saja menunggu

puntung demi puntung rokok beserakan, sisaku


masih saja menunggu (lagi)

kulihat detik jam yang bergerak keaarah kanan dari arlojiku


masih tetap menunggu

sudah 6jam berlalu sejak pesan singkat yang kau kirimkan padaku


Aku sudah tidak sabar lagi sayangku!

Aku akan menjemputmu


Meski dirimu sudah 6jam terbujur kaku

izinkan aku menemaninmu di peistirahatan terakhirmu.


Meski orang berkata takkan mungkin kita bersatu,

lalu apa peduliku?


Bukankah kau tetap selamanya memilikiku dan dimiliki akanku?

loVe

1 komentar: